Tampilkan postingan dengan label Jemparingan Jemuwah Sonten (Royal Ambarrukmo Yogyakarta). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jemparingan Jemuwah Sonten (Royal Ambarrukmo Yogyakarta). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juli 2013

Liputan Jemparingan, 5 Juli 2013



"More than just care for and preserve our local traditions ..." - Liputan Jemparingan Mataraman untuk NET-TV Jakarta dan salah satu stasiun TV Malaysia, 5 Juli 2013 di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Photo courtesy of Suara Jogja.

Rabu, 29 Mei 2013

Tamu Jemparingan: GBPH. Prabukusumo



Para pemanah tradisional dari Komunitas Mardisoro dan Komunitas Jaluwesi bergambar bersama Ketua KONI DIY GBPH. Prabukusumo seusai gladhen spesial Jemparingan Mataraman dalam rangka peresmian Museum Kedhaton Ambarrukmo dan “Indonesia Marketeers Festival”, di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta, 28 Mei 2013.

Tamu Jemparingan: Sri Sultan Hamengku Buwono X



Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, sejenak menyaksikan gladhen spesial Jemparingan Mataraman dalam rangka peresmian Museum Kedhaton Ambarrukmo dan “Indonesia Marketeers Festival”, di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta, 28 Mei 2013.

Tamu Jemparingan: Tazbir Abdullah



Bpk. Tazbir Abdullah, Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, mencoba langsung keasyikan membidikkan jemparing dalam gladhen spesial Jemparingan Mataraman dalam rangka peresmian Museum Kedhaton Ambarrukmo dan “Indonesia Marketeers Festival”, di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta, 28 Mei 2013.

Kamis, 25 April 2013

Koran Sindo: Gelar Jemparing dan Patehan Bagi Tamu

"Bunyi kelinting cukup nyaring terdengar ketika mata panah tepat mengenai sasaran. Luapan kegembiraan pun terpancar dari para peserta yang berhasil menancapkan pada titik merah sasaran. Sekitar satu jam berlangsung, para peserta ini istirahat sejenak. Dari depan lobi hotel keluar rombongan perempuan dan laki-laki yang menggunakan pakaian khas abdi keraton. Dengan langkah yang sama, mereka berjalan menuju ke kompleks pendopo. Rombongan ini membawa minuman dan makanan kecil yang dipersembahkan kepada tamu ..." - Selengkapnya.

Sabtu, 16 Maret 2013

RRI: Jemparingan Tradisional di Royal Ambarrukmo Yogyakarta

"Untuk mempererat hubungan baik antara Royal Ambarrukmo Yogyakarta dengan rekanan media, sejumlah wartawan media lokal pada hari Jum’at Sore (08/03/13) diundang mengikuti pelatihan memanah “Jemparingan” di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Pelatihan tersebut mengisi kegiatan rutin Jemparingan setiap Jum’at Sore yang digelar pihak RAY bekerjasama dengan Paguyuban Jemparingan Mataram Mardisoro ..." - Selengkapnya.

Kamis, 14 Maret 2013

Kedaulatan Rakyat: Jemparingan dan Patehan Ala Royal Ambarrukmo

"Royal Ambarrukmo Yogyakarta (RAY) Hotel mencoba melestarikan tradisi budaya yang ada di Keraton Yogyakarta. Bersama dengan Paguyuban Jemparingan Mataram Mardisoro, RAY menggelar jemparing (memanah). Acara ini digelar setiap hari jumat mulai pukul 15.00 WIB-17.00 WIB. Pada acara ini juga dilakukan tradisi Patehan yaitu mempersembahkan makanan dan minuman sembari menyaksikan jemparingan ..." - Selengkapnya.

Selasa, 12 Maret 2013

Liputan Jemparingan: Fesyenesia Magazine



Panahan tradisional Jawa bergaya Mataraman yang dikenal dengan istilah “Jemparingan” kembali marak tahun-tahun belakangan ini dan berkembang menjadi klangenan yang bergengsi. Kegiatan rutinnya dapat disaksikan setiap hari Jum’at sore di depan Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta., setiap hari Sabtu Pahing di Halaman Kestalan, Pura Pakualaman Yogyakarta, serta setiap hari Selasa Wage di Halaman Kemandungan, Keraton Kasultanan Yogyakarta. Sumber: Fesyenesia Magazine.

Senin, 28 Januari 2013

HelloBali: Finding Joygya ...

"Off the hotel’s turf, the Kedaton Ambarrukmo was alive that night with a grand performance of wayang (leather puppets) and other Javanese cultural activities, including jemparingan – Javanese archery ..." - Baca selengkapnya.

Minggu, 06 Januari 2013

Jogjanews: Prosesi Patehan dan Jemparing untuk Tamu Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta menghadirkan ritual Keraton Ngayogyakarta untuk memberikan pelayanan istimewa bagi tamu hotel ini. Hotel ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki hotel berbintang lain yaitu berada di sebelah timur keraton yang dulu menjadi tempat tinggal Sultan Hamengku Buwono VI. Keberadaan kraton tempat tinggal HB VI ini menjadi salah satu tempat sejarah yang bisa dikunjungi tamu hotel. Di tempat ini, pengelola Hotel Ambarrukmo Yogyakarta mengadakan acara minum teh dan makan malam dengan tata cara adat Kraton Yogyakarta.

Selasa, 04 Desember 2012

Kompas Travel: Destinasi Budaya Yogyakarta ala Royal Ambarrukmo

"Di pendopo kami selalu ada kegiatan budaya setiap hari mulai dari macapat (menyanyi Jawa dengan iringan gamelan), patehan (tradisi minum teh ala Keraton Yogyakarta), jemparingan Mataraman (panahan tradisional), dan juga tarian. Kami juga telah memasukkan kegiatan budaya itu ke dalam paket kami. Bahkan, jemparingan Mataraman menyedot perhatian tersendiri dari turis mancanegara. Mereka tertarik untuk belajar panahan tradisional itu," kata L. Sudarsana, General Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Baca selengkapnya.

Rabu, 31 Oktober 2012

Sabtu, 22 September 2012

Tamu Jemparingan: I Gusti Putu Laksaguna



Giliran Bpk. I Gusti Putu Laksaguna, Inspektur Jenderal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (duduk di belakang, kemeja biru), menyempatkan hadir dan menyaksikan gladhen rutin Jemparingan Jemuwah Sonten di Pendopo Royal Ambarrukmo Yogyakarta, 21 September 2012.