Tampilkan postingan dengan label Liputan Jemparingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liputan Jemparingan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juli 2013

Liputan Jemparingan, 5 Juli 2013



"More than just care for and preserve our local traditions ..." - Liputan Jemparingan Mataraman untuk NET-TV Jakarta dan salah satu stasiun TV Malaysia, 5 Juli 2013 di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Photo courtesy of Suara Jogja.

Jumat, 24 Mei 2013

Kotamini: Jemparingan, Panahan ala Mataram



"Namanya Jemparingan. Olahraga tradisional Jemparingan atau dikenal juga dengan Panahan Tradisional Mataraman. Jemparing merupakan kata bahasa jawa yang berarti panah, Jemparingan awal mulanya hanya sebagai kegiatan latihan prajurit keraton. Tapi lama-kelamaan dijadikan kegiatan olahraga ..." - Baca selengkapnya. Photo courtesy of Republika Online.

Jumat, 10 Mei 2013

Describe Indonesia: Jemparingan, The Art of Archery of Yogyakarta



"In short, Jemparingan is an archery competition mixed with traditional arts of Yogyakarta. The participants would wear complete traditional Javanese clothes, in cross-legged sitting position while aiming to arch. This is unique part of this attraction for tourists, both domestic and foreign. Many foreign tourists also come and participate and not only watching this rare attraction of the Jemparingan ..." - Baca selengkapnya.

Kamis, 25 April 2013

Koran Sindo: Gelar Jemparing dan Patehan Bagi Tamu

"Bunyi kelinting cukup nyaring terdengar ketika mata panah tepat mengenai sasaran. Luapan kegembiraan pun terpancar dari para peserta yang berhasil menancapkan pada titik merah sasaran. Sekitar satu jam berlangsung, para peserta ini istirahat sejenak. Dari depan lobi hotel keluar rombongan perempuan dan laki-laki yang menggunakan pakaian khas abdi keraton. Dengan langkah yang sama, mereka berjalan menuju ke kompleks pendopo. Rombongan ini membawa minuman dan makanan kecil yang dipersembahkan kepada tamu ..." - Selengkapnya.

Rabu, 10 April 2013

Demotix: Jemparingan Traditional Archery of Mataram Yogyakarta

"A number of participants with Javanese dress ready to release arrows while following the traditional "Jemparingan Mataram" sitting cross-legged, looking carefully where arrows will be launched. Field Kemandungan, Alun - Alun Selatan ..." - Selengkapnya.

Minggu, 07 April 2013

TATV: Nglestarekaken Panah Tradisional Mataraman

Panah saged dipunwastani gaman tradisional global ingkang kawentar ing ndonya. Ananging samangke awis-awis masyarakat ingkang purun saha saged nglestarekaken panahan tradisional. Dene ingkang anjalari amargi kasilep panahan modern menapa dene dolanan modern sanesipun satemah boten katut salebeting tetandhingan pon.

Maneka pawadan samangke ngrendheti lestarinipun panahan tradisional. Kadosta pandamelipun panah ingkang njelimet saha papan ingkang dipunbetahaken kedah wiyar anjalari panahan tradisioonal kawon kalian panahan moderen. Ananging pawadan kasebat pranyata boten lumampah tumrap saperangan masyarakat ingkang ngebaki lapangan panahan ing Jonggrangan Klaten. Sinaosa kanthi maneka pepalang para pemanah menika tetep mbudidaya nglestarekaken panahan tradisional ingkang kawentar kanthi nama Jemparingan. Malah para pandhemen jemparingan menika ngawontenaken adon wasis supados saged nglestarekaken tradisi leluhur. Pandherekipun ugi saking sakathahing kitha. Panahan tradisional jemparingan nggadhahi ciri khas saha unik. Ing panahan jemparingan dasan pemanah manah sasaran cacah tiga ngantos gangsal kanthi cara sesarengan.

Dene ingkang dipun panah dipunwastani bandhulan alit. Sasaran dipun gantung kanthi inggil kalih tengah meter saking siti kanthi tebih tigang dasa meter saking pemanah. Menawi panah kasil tumancep ing awakipun bandulan badhe pikantuk biji setunggal ananging menawi saged tumancep ing sirah bandulan bijinipun tiga. Para pemanah ugi kedah manah sasaran kanthi lenggah sila ngiringi arah sasaran. Kajawi menika para pemanah ugi wajib ngginakaken rasukan tradisional Ngayogyakarta nalika ndherek lomba saha nalika gladhen sesarengan.

Sumber: TATV / Manteb.com.

Sabtu, 30 Maret 2013

Cam111.com: Traditional Archery Match Held in Yogyakarta, Indonesia

"An archer dressed in a traditional Javanese costume competes in a traditional archery match in Yogyakarta, Indonesia, March 26, 2013. The event was held in commemoration of the birthday of Sri Sultan Hamengkubuwono X, the current monarch of the historic Yogyakarta Sultanate in Indonesia ...." - Baca selengkapnya. Posting berita terkait di Sina English.

Jumat, 29 Maret 2013

Indonesia Press Photo: Lomba Jemparingan Mataram

"Untuk melestarikan tradisi panah ala Mataram peserta disyaratkan menggunakan peralatan berbahan tradisional. Tidak hanya busur dan anak panah, busana sang pemanah juga harus memiliki unsur “Mataram” yaitu dengan busana surjan, blangkon, beskap, dan ..." - Baca selengkapnya.

Jumat, 22 Maret 2013

Dictaro: Permainan Panahan ala Mataram

"Konon, dahulu kegiatan dengan nama Jemparingan Jawi Mataram ini dilakukan oleh para prajurit keraton Yogyakarta dengan tujuan untuk melatih kemampuan berperangnya. Namun, seiring berjalannya waktu, kegiatan Jemparingan Jawi Mataram ini sekarang dijadikan sebuah lomba olahraga tradisional ..." - Baca selengkapnya.

Sabtu, 16 Maret 2013

RRI: Jemparingan Tradisional di Royal Ambarrukmo Yogyakarta

"Untuk mempererat hubungan baik antara Royal Ambarrukmo Yogyakarta dengan rekanan media, sejumlah wartawan media lokal pada hari Jum’at Sore (08/03/13) diundang mengikuti pelatihan memanah “Jemparingan” di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Pelatihan tersebut mengisi kegiatan rutin Jemparingan setiap Jum’at Sore yang digelar pihak RAY bekerjasama dengan Paguyuban Jemparingan Mataram Mardisoro ..." - Selengkapnya.

Kamis, 14 Maret 2013

Kedaulatan Rakyat: Jemparingan dan Patehan Ala Royal Ambarrukmo

"Royal Ambarrukmo Yogyakarta (RAY) Hotel mencoba melestarikan tradisi budaya yang ada di Keraton Yogyakarta. Bersama dengan Paguyuban Jemparingan Mataram Mardisoro, RAY menggelar jemparing (memanah). Acara ini digelar setiap hari jumat mulai pukul 15.00 WIB-17.00 WIB. Pada acara ini juga dilakukan tradisi Patehan yaitu mempersembahkan makanan dan minuman sembari menyaksikan jemparingan ..." - Selengkapnya.

Selasa, 12 Maret 2013

Liputan Jemparingan: Fesyenesia Magazine



Panahan tradisional Jawa bergaya Mataraman yang dikenal dengan istilah “Jemparingan” kembali marak tahun-tahun belakangan ini dan berkembang menjadi klangenan yang bergengsi. Kegiatan rutinnya dapat disaksikan setiap hari Jum’at sore di depan Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta., setiap hari Sabtu Pahing di Halaman Kestalan, Pura Pakualaman Yogyakarta, serta setiap hari Selasa Wage di Halaman Kemandungan, Keraton Kasultanan Yogyakarta. Sumber: Fesyenesia Magazine.

Senin, 28 Januari 2013

HelloBali: Finding Joygya ...

"Off the hotel’s turf, the Kedaton Ambarrukmo was alive that night with a grand performance of wayang (leather puppets) and other Javanese cultural activities, including jemparingan – Javanese archery ..." - Baca selengkapnya.

Minggu, 06 Januari 2013

Jogjanews: Prosesi Patehan dan Jemparing untuk Tamu Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta menghadirkan ritual Keraton Ngayogyakarta untuk memberikan pelayanan istimewa bagi tamu hotel ini. Hotel ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki hotel berbintang lain yaitu berada di sebelah timur keraton yang dulu menjadi tempat tinggal Sultan Hamengku Buwono VI. Keberadaan kraton tempat tinggal HB VI ini menjadi salah satu tempat sejarah yang bisa dikunjungi tamu hotel. Di tempat ini, pengelola Hotel Ambarrukmo Yogyakarta mengadakan acara minum teh dan makan malam dengan tata cara adat Kraton Yogyakarta.

Selasa, 04 Desember 2012

Kompas Travel: Destinasi Budaya Yogyakarta ala Royal Ambarrukmo

"Di pendopo kami selalu ada kegiatan budaya setiap hari mulai dari macapat (menyanyi Jawa dengan iringan gamelan), patehan (tradisi minum teh ala Keraton Yogyakarta), jemparingan Mataraman (panahan tradisional), dan juga tarian. Kami juga telah memasukkan kegiatan budaya itu ke dalam paket kami. Bahkan, jemparingan Mataraman menyedot perhatian tersendiri dari turis mancanegara. Mereka tertarik untuk belajar panahan tradisional itu," kata L. Sudarsana, General Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Baca selengkapnya.

Jumat, 16 November 2012

RajaKamar: Jemparingan, Perpaduan Kesenian Yogyakarta dengan Olah Raga Panah

"Jemparingan adalah sebuah perlombaan memanah yang dicampur dengan kesenian tradisional Yogyakarta. Yang membedakan lomba memanah ini dengan yang dipertandingkan di PON, Asian Games dan Olimpiade adalah para peserta Jemparingan memakai pakaian adat Jawa yang lengkap dan posisi memanah dalam keadaan duduk bersila bukan berdiri.

Perlombaan ini sudah diselenggarakan sejak tahun 1934. Untuk peserta pria memakai busana tradisional Jawa lengkap dengan blankon di kepala sedangkan peserta wanita mengenakan kebaya. Sebelum perlombaan dimulai peserta harus dalam keadaan duduk bersila menghadap barat ..." - Selengkapnya.

Rabu, 31 Oktober 2012

Kamis, 12 Juli 2012

EyesonIndonesia: Mataraman Traditional Archery

"Though covered by rainclouds, crowd of yogyakarta excitedly gathered at the Kamendungan Square, Alun-alun Kidul Yogyakarta, to witness the traditional archery tourney on Tuesday afternoon (Jan 31,2012). This championship, which confronting 37 participants, is not an ordinary game of accuracy. The Traditional Mataraman style is applied, or what the Javanese folks call "Jemparingan" ..." - Simak selengkapnya.