Kamis, 14 Maret 2013
Kedaulatan Rakyat: Jemparingan dan Patehan Ala Royal Ambarrukmo
"Royal Ambarrukmo Yogyakarta (RAY) Hotel mencoba melestarikan tradisi budaya yang ada di Keraton Yogyakarta. Bersama dengan Paguyuban Jemparingan Mataram Mardisoro, RAY menggelar jemparing (memanah). Acara ini digelar setiap hari jumat mulai pukul 15.00 WIB-17.00 WIB. Pada acara ini juga dilakukan tradisi Patehan yaitu mempersembahkan makanan dan minuman sembari menyaksikan jemparingan ..." - Selengkapnya.
Selasa, 12 Maret 2013
Liputan Jemparingan: Fesyenesia Magazine
Panahan tradisional Jawa bergaya Mataraman yang dikenal dengan istilah “Jemparingan” kembali marak tahun-tahun belakangan ini dan berkembang menjadi klangenan yang bergengsi. Kegiatan rutinnya dapat disaksikan setiap hari Jum’at sore di depan Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta., setiap hari Sabtu Pahing di Halaman Kestalan, Pura Pakualaman Yogyakarta, serta setiap hari Selasa Wage di Halaman Kemandungan, Keraton Kasultanan Yogyakarta. Sumber: Fesyenesia Magazine.
Senin, 28 Januari 2013
HelloBali: Finding Joygya ...
Rabu, 09 Januari 2013
Liputan Jemparingan: KompasTV Jakarta
Liputan spesial Jemparingan Mataraman oleh Kompas TV Jakarta, Pendopo Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Desember 2012.
Minggu, 06 Januari 2013
Jogjanews: Prosesi Patehan dan Jemparing untuk Tamu Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta menghadirkan ritual Keraton Ngayogyakarta untuk memberikan pelayanan istimewa bagi tamu hotel ini. Hotel ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki hotel berbintang lain yaitu berada di sebelah timur keraton yang dulu menjadi tempat tinggal Sultan Hamengku Buwono VI. Keberadaan kraton tempat tinggal HB VI ini menjadi salah satu tempat sejarah yang bisa dikunjungi tamu hotel. Di tempat ini, pengelola Hotel Ambarrukmo Yogyakarta mengadakan acara minum teh dan makan malam dengan tata cara adat Kraton Yogyakarta.
Selasa, 04 Desember 2012
Kompas Travel: Destinasi Budaya Yogyakarta ala Royal Ambarrukmo
"Di pendopo kami selalu ada kegiatan budaya setiap hari mulai dari macapat (menyanyi Jawa dengan iringan gamelan), patehan (tradisi minum teh ala Keraton Yogyakarta), jemparingan Mataraman (panahan tradisional), dan juga tarian. Kami juga telah memasukkan kegiatan budaya itu ke dalam paket kami. Bahkan, jemparingan Mataraman menyedot perhatian tersendiri dari turis mancanegara. Mereka tertarik untuk belajar panahan tradisional itu," kata L. Sudarsana, General Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Baca selengkapnya.
Jumat, 16 November 2012
RajaKamar: Jemparingan, Perpaduan Kesenian Yogyakarta dengan Olah Raga Panah
Perlombaan ini sudah diselenggarakan sejak tahun 1934. Untuk peserta pria memakai busana tradisional Jawa lengkap dengan blankon di kepala sedangkan peserta wanita mengenakan kebaya. Sebelum perlombaan dimulai peserta harus dalam keadaan duduk bersila menghadap barat ..." - Selengkapnya.
Langganan:
Komentar
(Atom)
