Kamis, 12 Juli 2012

EyesonIndonesia: Mataraman Traditional Archery

"Though covered by rainclouds, crowd of yogyakarta excitedly gathered at the Kamendungan Square, Alun-alun Kidul Yogyakarta, to witness the traditional archery tourney on Tuesday afternoon (Jan 31,2012). This championship, which confronting 37 participants, is not an ordinary game of accuracy. The Traditional Mataraman style is applied, or what the Javanese folks call "Jemparingan" ..." - Simak selengkapnya.

Jumat, 18 Mei 2012

Harian Jogja: Hadir Sejak 1943, Panahan Mataraman Masih Asing di Jogja

"Panahan Tradisional Mataraman dinilai masih asing bagi sebagian masyarakat. Padahal lomba ini sudah digelar Kraton Yogyakarta sejak 1943. Atlet panahan tradisional Mataraman asal Sleman, Rudi menilai, penyebab ketidaktahuan masyarakat umum terkait olahraga ini karena jarangnya media yang mengekspose kegiatan seni tradisi ini ..." - Selengkapnya.

Sabtu, 04 Februari 2012

Radar Jogja: Jemparingan Rebutkan 10 Gram Emas Ekoloyo

Acara yang digelar setiap 70 hari sekali ini diikuti peserta dari berbagai tempat. Mulai dari Kota Jogja, Sleman, Bantul, Wonosari, Banjarnegara, Klaten, Samarinda, dan satu peserta dari Polandia yang kebetulan datang ke Jogja dan tertarik untuk mencoba lomba tersebut. “Memperebutkan hadiah 10 gram Emas Ekoloyo ,” kata KRT Wasisominoto, Panitra Panahan Tradisi Mataram ... - Baca selengkapnya.

Rabu, 01 Februari 2012

Lingkar Berita: Aksi para Robin Hood Jogjakarta

Daerah Istimewa Jogjakarta (DIY) memiliki pesona budaya yang cukup bersinar dan variatif. Dari tarian, wayang, batik, dan berbagai pernak-pernik budaya tradisional lainnya. Beberapa sudah mulai dilupakan oleh masyarakat. Salah satunya, kebudayaan memanah tradisional ala Robin Hood ini.

Selasa, 03 Januari 2012

Tripadvisor: Javanese Culture Museum

"In addition, tourists can also enjoy the performing arts with a different schedule each day. The show was started of puppet people, macapat, puppet show, puppet show, and dances. To enjoy art performances travelers do not need to incur additional costs. If coming on Tuesday wage, you can watch the race jemparingan or archery style Kemandhungan Mataraman in the South. Jemparingan held in connection remains palace Sri Sultan HB X The uniqueness of this jemparingan each participant is required to wear traditional Javanese and archery in a sitting position ..." - Baca selengkapnya.

Senin, 02 Januari 2012

About.com: A Royal Palace for Indonesia’s Longest-Ruling Regal Line

"An ancient Javanese competition is performed regularly on the Kraton grounds: the Jemparingan is a test of Javanese archery skill, conducted at the Halaman Kemandungan south of the Kedaton. Participants dress in full Javanese batik and shoot while sitting cross-legged at a 90-degree angle; the position is supposed to simulate the motion of shooting from horseback, as the ancient Javanese were supposed to do. Jemparingan competitions are held on Tuesday afternoons that coincide with the wagé days of the Javanese calendar, which roughly happen every 70 days ..." - Baca selengkapnya.

Jumat, 23 September 2011

Jemparingan Mataraman dalam Iringan Gendhing Pandhelori



Dari arena Lomba Panahan Tradisional Rutin Selasa Wage dalam rangka Tingalan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X, 13 September 2011, bertempat di halaman Kemandhungan Kidul, Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Diabadikan oleh Agus Yuniarso untuk Galeri Video Foundation, Yogyakarta.